RSS

Pinta buat Hujan

Hujan..hujan
Boleh aku minta sesuatu?

Tolong hujan.. pelankan curah air mu
Disini aku sedang membangun pondasi
Aku sedang berpeluh menyatukan pasir dengan beton
Aku sedang berpenat menyusun batu demi batu

Hujan..Hujan..
Pondasiku belum sekokoh yang aku mau
Terus terang hujan, curahanmu kali ini cukup menggangu
Belum lagi aku harus melawan angin masa lalu
Yang kerap berhembus tanpa setauku

Aku tidak meminta-mu berhenti, Hujan
Aku tau, tidak seru jika tanpamu
tapi.. kali ini pelan sajalah
aku mohon…
karena aku tidak mau pondasi yang aku bangun dengan lelah dan harap
jadi luluh lantak

*saat hujan merinai

 
1 Comment

Posted by on 5 May 2011 in Uncategorized

 

Eits… Makanannya terdaftar ga tuh ??

Emang makanan harus terdaftar gitu?

Ngapain makanan didaftarin? Kaya anak sekolah aja heuheu…

Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang terlintas ketika mendengar istilah pendaftaran makanan. Apalagi kalo disebutkan bahwa pendaftaran makanan itu diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia yang kita cintai ini. Ribet sekali sepertinya… heuheu.

Okay, semoga setelah membaca tulisan ini keribetan mengenai makanan terdaftar atau pendaftaran makanan bisa sedikit tercerahkan…

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , ,

E-numbers Tidak Berarti Mengandung Babi

Belakangan ini berhembus lagi isu tentang kandungan babi pada produk pangan yang menggunakan bahan tambahan pangan dengan kode E-numbers. Isu ini merebak di milis-milis sampai di situs jejaring sosial Facebook. Lumayan meresahkan bagi kita sebagai muslim. Apalagi kabarnya E-numbers tercantum pada produk pangan yang telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Apakah ini berarti MUI kecolongan meloloskan klaim halal pada produk pangan dengan E-numbers? Hehe…

Saya rasa tidak begitu, MUI tidak pernah ceroboh dalam mengeluarkan fatwa halal. Saya pernah beberapa kali terlibat pada pelaksanaan audit dalam rangka sertifikasi halal produk pangan bersama auditor LPPOM-MUI dan melihat cara beliau-beliau bekerja. Semuanya melalui tahapan yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mulai dari audit dokumen sampai audit bahan baku dan proses produksi secara langsung. Hasil audit tersebut kemudian akan dipertanggungjawabkan didepan Komisi Fatwa sampai akhirnya fatwa halal dikeluarkan. Rasanya kecil sekali kemungkinan ada komposisi mengandung babi yang lolos dalam rangkaian tahapan super ketat ini.

Read the rest of this entry »

 
 

Yang Kembali-Hilang

Itu kah Kamu?

Serpihan mimpi yang mengendap bersama waktu

Itu kah Kamu?

Merah jambu yang kemudian berbalut biru dan membatu

 

Lembar demi lembar tak sengaja terburai

Tak terlerai…

Sketsa demi sketsa membayang begitu saja

Mengemuka hingga mengaca…

 

Tak ada kupu-kupu berlarian diperutku

Tak ada aliran menyesak menjalari tulang belakangku

Hanya sesuatu berdenyut dalam ruang kosong…

Tuhan… Rasanya seperti mengunyah coklat dengan gigi bolong

-22032011-

 
Leave a comment

Posted by on 24 March 2011 in Just Munlait

 

Inside My Fragility

Engkau Yang Maha Pecinta
Yang dengan mudah membolak-balikan rasa
Jagalah hati hamba…

 
1 Comment

Posted by on 18 August 2010 in Munlait's Corners ; Life TALKS

 

“Karena Ku Sanggup” in my eyes

Hmm… lagi suka banget sama lagu Agnes Monica yang baru, “Karena Ku Sanggup”

Here is the lyrics

KARENA KU SANGGUP

Biarlah ku sentuhmu
Berikanku rasa itu
Pelukmu yang dulu
Pernah buatku

Ku tak bisa paksamu
‘tuk tinggal disisiku
Walau kau yang selalu sakiti
Aku dengan perbuatanmu
Namun sudah kau pergilah
Jangan kau sesali

Reff:
Karena ku sanggup walau ku tak mau
Berdiri sendiri tanpamu
Ku mau kau tak usah ragu
Tinggalkan aku
Huuu.. kalau memang harus begitu

Tak yakin ku kan mampu
Hapus rasa sakitku
Ku ‘kan selalu perjuangkan cinta kita
Namun apa salahku
Hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu

Back to Reff:

Tak perlu kau buatku mengerti
Tersenyumlah karena ku sanggup

Saya memang pecinta Agnes Monica, one of Indonesia young diva versi saya …

Di lagu ini teknik vokal Agnes keren abis… susah diikutin kalo lagi karokean (hihihi…pengekor.com)

Liriknya… umh, pernah kebayang ga sih jadi perempuan yang diceritakan dalam lagu ini. Merelakan orang yang dicintai untuk pergi walaupun dia mengakui bahwa kepergian tersebut melahirkan luka dan kesedihan bagi dirinya. Di akhir lagu malah ditegaskan kalo perempuan itu sama sekali tidak menuntut penjelasan mengapa orang yang dicintainya harus pergi dan menyatakan ketegarannya. Hmm… menurut saya itu sudah cinta tingkat tinggi.

Jadi ingat quote yang saya tulis di resensi RINDU

“Bukankah cinta adalah penerimaan dan kerelaan untuk melepaskan?”

Haduh… pagi-pagi sudah biru hehe…

 
Leave a comment

Posted by on 11 August 2010 in Munlait's Corners ; REVIEW

 

Tags: , ,

RINDU; Sebuah Drama tentang Kehilangan dan Penemuan Kembali

RINDU

Penulis             : Sefryana Khairil

Penerbit           : GagasMedia

Cetakan           : I, 2010

ISBN               : 978-979-780-408-4

Jml halaman    : viii + 244 halaman

Harga              : Rp. 35.000,00-

Terkadang cinta dan kehilangan berjalan beriringan

Kalimat yang tersemat manis disamping dua kuncup mawar layu pada cover novel bergenre domestik drama ini menjadi sebuah magnet berkekuatan luar biasa. Bagaimana tidak, selama ini cinta hampir selalu diidentikan dengan sebuah konsep bernama kepemilikan. Dalam RINDU, Sefry menawarkan konsep lain yang menjadi sisi gelap dari cinta, yaitu kehilangan. Kehilangan yang melahirkan kehampaan sebagai dampak pahit dari terenggutnya orang yang kita sayangi.

 Milyaran bahkan trilyunan orang siap untuk mencintai sekaligus memiliki tapi tidak pernah siap untuk merasakan kehilangan. Ketidaksiapan inilah yang menjadikan kebahagiaan pasangan muda Krisna dan Zahra sontak menguap ketika putra kecil mereka, Daffa, meninggal akibat sebuah kecelakaan tragis yang terjadi di depan mata Zahra sendiri. Perasaan bersalah, tidak mau menerima takdir, defensif dan hampa sangat kental mendominasi alur cerita.

 Membaca RINDU seperti berjalan pada track menanjak. Menguras energi. Kita tidak sekedar diajak membaca tapi juga merenungi hakikat kehilangan yang mencekam. Bagaimana sebuah kehilangan mengubah hidup seseorang dan mempengaruhi sebuah hubungan.

  Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on 27 July 2010 in Munlait's Corners ; REVIEW

 

Tags: , ,

Dan saya sungguh-sungguh turut berbahagia…

I promise to give you the best of myself
and to ask of you no more than you can give.

I promise to respect you as your own person
and to realize that your interests, desires and needs
are no less important than my own.

I promise to share with you my time and my attention
and to bring joy, strength, and imagination to our relationship.

I promise to keep myself open to you,
to let you see through the window of my world into my innermost
fears and feelings, secrets and dreams.

I promise to grow along with you,
to be willing to face changes in order to keep our relationship
alive and exciting.

I promise to love you in good times and bad,
with all I have to give and all I feel inside in the only way I know how.
Completely and forever.

by Dorothy R. Colgane
Dear Aiet and Arie,
saya sungguh sungguh turut berbahagia atas kebahagiaan kalian
selamat menempuh hidup baru
selamat merayakan cinta sepanjang perjalanan hidup kalian
luv u both, always
munlait
*NB; achie… maaf fotonyah saya comot tanpa izin heuheu..
 
 

Pelaku

Istri saya marah besar.

Putri bungsu kami hamil 3 bulan. Dipukulinya habis-habisan.

Ah, jangan saja dia tahu bahwa benihnya berasal dariku.

 
Leave a comment

Posted by on 13 July 2010 in FICTION on my head

 

Dearest Vije & A’ Fajar; Happy Belated Anniversary..

Dear, kedua sahabat saya tercinta.. Vije dan A Fajar

Saya tahu ini terlambat. Sangat terlambat malah

Seharusnya saya membuat postingan ini tepat pada tanggal 7 bulan 7, waktu dimana 3 tahun lalu kalian saling mengikat janji, mengikrarkan sumpah suci di depan Rabb Penguasa alam semesta untuk saling memiliki, mencintai, berbagi hidup dan  kehidupan dalam sebuah wadah indah bernama pernikahan. Padahal sebelumnya saya sudah berniat… benar-benar berniat untuk mempersembahkan sesuatu sebagai penebus ketidakhadiran saya pada saat sakral itu. Nyatanya, saya malah kembali mengulangnya.  Ah, saya memang belum bisa menjadi sahabat yang baik.

Read the rest of this entry »

 
 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.